PERIKANAN

Kabupaten Lampung Selatan mempunyai sumberdaya ikan yang cukup besar untuk meningkatkan produksi perikanan. Sumberdaya ikan tersebut terdapat di Peraiaran Timur Lampung Selatan, Teluk Lampung, Perairan payau dan tawar yang menyebar hampir di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan evaluasi data pada Dinas Kelautan dan Perikanan, perkiraan Potensi Perikanan Tangkap yang dapat diekploitasi hingga batas potensi lestari sebesar 74.885 ton/th.

Bila dibandingkan dengan tingkat pemanfaatannya, maka data tersebut di atas masih menunjukkan bahwa potensi sumberdaya ikan masih memberikan peluang besar untuk diusahakan.

Selain potensi sumberdaya alamnya, Kabupaten Lampung Selatan didukung pula oleh beberapa lembaga yang konsern di bidang kelautan maupun perikanan antara lain lembaga pendidikan dan pengembangan seperti BBL, UNILA dan SMK. Disamping itu juga memiliki 3 unit PPI (pusat Pendaratan Ikan), 5 unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), 1 unit BBI Palas, serta juga didukung oleh adanya Unit Perbenihan Rakyat (UPR).

Deksripsi kegiatan perikanan yang dilakukan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan sebagai sumber ekonomi masyarakat adalah sebagai berikut :

a. Perikanan Tangkap

Kegiatan penangkapan ikan di Kabupaten Lampung Selatan didominasi oleh kegiatan penangkapan ikan di laut.

Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Lampung Selatan terdiri dari berbagai jenis ikan konsumsi, udang, cumi-cumi, kerang-kerangan, ikan hias dan hewan lunak lainnya. Ikan konsumsi yang dominan tertangkap yaitu : Teri, Layang, Tongkol, Kembung, Selar, Peperek, Cakalang, Keu dan Belanak. Selain itu jenis ikan konsumsi dalam presentase kecil yaitu : mayung, kakap, cucut, kuro, senangin, tenggiri, tuna, udang windu, udang putih, ubur-ubur dan rajungan. Alat tangkap yang digunakan nelayan Kabupaten Lampung Selatan adalah payang, pukat pantai, jaring insang hanyut, jaring klitik, bagan rakit, bagan tancap, rawai hanyut, pancing, sero, bubu dan perangkap lainnya.

Armada yang digunakan nelayan Kabupaten Lampung Selatan adalah Kapal Motor, Perahu tanpa motor dan Perahu motor tempel. Nelayan yang menggunakan kapal motor umumnya mempunyai gross tonage kecil (5GT).

Daerah operasi penangkapan oleh nelayan Kabupaten Lampung Selatan adalah perairan Teluk Lampung, Perairan Pesisir Timur Lampung dan Selat Sunda. 

b. Budidaya Laut

Kegiatan budidaya laut di Kabupaten Lampung Selatan yang dominan yaitu budidaya rumput laut. Lokasi budidaya rumput laut yaitu di Kecamatan Ketapang, Bakauheni, Rajabasa dan Katibung. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii. Komoditas lain yang berpotensi untuk dikembangkan yaitu kerapu dan kerang mutiara. 

c. Budidaya Air Payau

Budidaya air payau yang dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan adalah budidaya udang windu (Pennaeus monodon) pada tambak tradisional dan udang putih (Pennaeus vanamei) pada tambak intensif. Komoditas lain yang dibudidayakan ialah Bandeng (Chanos chanos). Sedangkan tambak garam tidak terdapat di Kabupaten Lampung Selatan.

Luas tambak tradisional di Kabupaten Lampung Selatan adalah sekitar 3.500 Ha. Sedangkan luas tambak intensif adalah 308 Ha. Produksi tambak tradisional yaitu udang monodon 2.000 ton, bandeng 4.200 ton. Sedangkan produksi tambak intensif yaitu udang vanname sebanyak 15.000 ton.

Selain kegiatan budidaya tambak, Kabupaten Lampung Selatan juga merupakan sentra pembenihan udang, baik yang berskala rumah tangga (back yard hatchery) maupun yang berskala perusahaan. Lokasi backyard hatchery berpusat disepanjang pesisir Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajabasa, dengan jumlah 148 unit.

Perusahaan pembenihan udang yang ada di Kabupaten Lampung Selatan yaitu PT. CP Prima yang berlokasi di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda dan PT. Central Pertiwi Bahari (CPB) yang berlokasi di Desa Suak Kecamatan Sidomulyo. Produksi benur dari masing – masing perusahaan adalah 4 milyar dan 3 milyar benur per tahun.

d. Budidaya Kolam

Budidaya kolam yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan umumnya di lakukan secara tradisional dan merupakan usaha sampingan. Kabupaten Lampung Selatan berpotensi untuk pengembangan budidaya kolam, hal ini dimungkinkan dengan adanya sumber air tawar dari gunung rajabasa.

Komoditas yang dibudidayakan adalah ikan mas, nila, patin, lele, gurami, tawes. Benih ikan diperoleh dari pengusaha pembenihan lokal. Selain itu benih juga didatangkan dari Kabupaten Lampung  Timur dan Propinsi Jawa Barat.

Selain ikan konsumsi, Kabupaten Lampung Selatan juga mempunyai sentra usaha budidaya ikan hias, yaitu di Kecamatan Natar. Jenis ikan hias yang dibudidayakan di Kecamatan Natar adalah arwana, botia, oscar, cupang, manfish, tetra, blackgost, koki, koi, lobster air tawar dan lain – lain. Daerah pemasaran produk ikan hias tersebut yaitu di dalam dan luar Propinsi Lampung.

e. Pengolahan Ikan

Pengolahan ikan yang dilakukan masyarakat pesisir yaitu pembuatan ikan asin, ikan kering, cumi, pengolahan rumput laut dan produk olahan lainnya.

Sentra produk olahan ikan terdapat di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Ketapang, Sragi dan Katibung.

Komoditas unggulan dan sentra produksi perikanan Kabupaten Lampung Selatan yaitu :

  1. Udang putih di Kecamatan Kalianda, Sidomulyo.
  2. Udang Windu dan Bandeng di Kecamatan Bakauheni, Ketapang, Sragi.
  3. Rumput Laut di Kecamatan Ketapang dan Bakauheni.
  4. Benur di Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo.
  5. Ikan Air Tawar di Kecamatan Palas.
  6. Ikan Hias di Kecamatan Natar.
  7. Perikanan Tangkap di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Ketapang, Katibung.
  8. Pengolahan ikan di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Katibung, Ketapang.

Kabupaten Lampung Selatan juga merupakan salah satu daerah penghasil udang Vanammel di Propinsi Lampung dengan produksi sekitar 6 ribu ton pada tahun 2014. Utnuk jenis ikan, yang banyak dihasilkan adalah ikan bandeng, lele dan patin.

Banner

  • Slider
  • Slider

Agenda