2017-10-30 50 kali dibaca 2.00

WAKIL BUPATI, NANANG ERMANTO PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-89

Image

KALIANDA (Diskominfo Lamsel) – Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017 tingkat Kabupaten Lampung Selatan, yang dilaksanakan di Lapangan Korpri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Senin (30/10).

Upacara diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lampung Selatan, BUMD, Ormas, Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar di Kabupaten Lampung Selatan. Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Nanang yang membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Repbulik Indonesia, Imam Nahrawi mengatakan, seluruh warga Indonesia patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang telah melahirkan Sumpah Pemuda.

Oleh karenanya, lanjut Nanang, sudah seharusnya sebagai generasi penerus, pemuda dapat meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka, hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya.

“Dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga berpesan, sebagai generasi penerus, pemuda masa kini harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Berani melawan ego kesukuan, keagamaaan dan kedaerahan.

Ego itu menurutnya, yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Maka, pemuda harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.

"Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir," kata Nanang mengutip pernyataan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. (/zz)

Leave a Reply