2018-07-12 63 kali dibaca 2.00

INTERVENSI STUNTING, KEMENTERIAN KOMINFO GELAR SOSIALISASI PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Image

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Sebagai upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Kominfo Lamsel menggelar Sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Acara yang digelar di Grand Elty, Krakatoa Nirwana Resort Kalianda, Rabu (11/7/2018), dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lamsel, Supriyanto, S.Sos, MM, dan dihadiri Direktur Kemiteraan Komunikasi, Kementerian Kominfo, Dedet Surya Nantika.

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2015-2017), angka kasus stunting (anak tumbuh kerdil) di Kabupaten Lamsel mengalami peningkatan. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) melalui data trend tahun 2015, angka kasus stunting dari 23,20 % naik menjadi 24,28 % pada tahun 2016, dan tahun 2017 kembali naik menjadi 30,30 %.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Supriyanto menyampaikan, sejak tahun 2013, melalui visitasi dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Lamsel masih mencapai 30%. Dimana katanya, tedapat 10 desa yang terindikasi memiliki angka stunting.

Adapun 10 itu desa yakni, Desa Kemukus, Dea Bangunrejo, Desa Taman Agung, Desa Tajimalela, Desa Banjarmasin, Desa Way Gelam, Desa Karyamulya, Desa Mekar Sari, Desa Batu Balak dan Desa Pancasila.

“Tentunya, angka ini diharapkan akan menurun pada tahun 2022. Kami juga berharap upaya dan peran serta dari berbagai pihak di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Supriyanto.

Sementara, Dedet Surya Nantika menjelaskan, kasus stunting tidak sekedar pada tinggi tubuh yang terhambat. Akan tetapi, stunting dapat mengakibatkan tubuh mudah sakit, berkurangnya kemampuan kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang, dan juga mengakibatkan kerugian ekonomi, serta postur tubuh tidak maksimal pada saat dewasa.

Menurutnya, stunting dapat dicegah dengan pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan, dengan memperhatikan kecukupan gizi selama sebelum dan selama kehamilan.

Kemudian, memberikan air susu Ibu (ASI) ekslusif, memberikan makanan pendamping ASI sesuai kecukupan gizi anak, ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah dan dengan memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak.

“Mengingat pentingnya pencegahan stunting, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan melalui berbagai kegiatan. Upaya pemerintah dalam penanganan, pencegahan ataupun pemberantasan stunting yaitu telah melakukan pemberian penyuluhan asupan gizi yang benar kepada ibu-ibu hamil yang kurang gizi,” katanya.

Disisi lain, tim dari Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Imelda mengatakan, guna menekan kasus angka stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Tetapi katanya, harus melibatkan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian maupun Dinas Peternakan.

“Kasus stunting ini bukan hanya soal kesehatan semata, tetapi juga harus diimbangi dengan adanya asupan makanan yang cukup, pendidikan yang baik maupun ekonomi keluarganya. Untuk itu, ini semua membutuhkan penanganan dari lintas sektoral,” terang Imelda.

Dalam pemaparannya, Imelda juga mengimbau dan mengajak semua Bidan Desa di Lamsel untuk dapat mensosialisasikan hal-hal yang berkenaan dengan stunting, baik kepada lingkungan, maupun masyarakat yang ada di desanya.

“Mengingat profesi Bidan Desa ini kan sudah pasti bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi kami berharap peran sertanya untuk mensosialisaskan stunting ini,” imbuhnya. (/rk/az)

IMG_7535

Leave a Reply