2017-09-19 115 kali dibaca 2.00

PEMKAB LUNCURKAN GERAKAN LAMPUNG SELATAN MEMBACA DAN LAUNCHING KAMPUNG LITERASI

Image

KALIANDA (Diskominfo_Lamsel) – Sebagai upaya menerapkan budaya membaca ke masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meluncurkan Gerakan Lampung Selatan Membaca sekaligus Launching Kampung Literasi. Gerakan ini mulai diinisiasi di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Launching Gerakan Lampung Selatan Membaca yang ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan burung merpati oleh Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum bersama Direktur Kesetaraan dan Keaksaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dirjen PAUD Dikmas DR. Kastum, M.Pd dipusatkan di Lapangan Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Selanjutnya, bupati beserta rombongan melakukan launching dan peninjauan ke Kampung Literasi, Selasa (19/09). Turut hadir Anggota Fokorpimda Lampung Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK Shahnaz Zainudin beserta pengurus PKK Kabupaten Lampung Selatan, Sekretaris Daerah berserta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta ribuan masyarakat dan pelajar yang antusias mengikuti jalannya acara.

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan menyatakan, gerakan Lampung Selatan Membaca membaca merupakan gerakan yang sangat penting. Sebab menurutnya, gerakan itu akan membangkitkan semangat dan motivasi untuk mewujudkan Desa Pasuruan sebagai Kampung Literasi sekaligus menumbuh kembangkan minat dan budaya masyarakat Lampung Selatan untuk membaca.

“Saya sangat mengapresiasi adanya Gerakan Lampung Selatan Membaca. Dengan adanya gerakan ini saya lebih optimis dan yakin, target kita tahun 2018 tidak ada lagi masyarakat Lampung Selatan yang buta aksara,” ucap Zainudin saat menyampaikan sambutan.

Dikatakannya, membaca adalah jendela dunia, karenanya minat baca masyarakat harus terus didorong dan dikembangkan, sehingga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat. Untuk itu dirinya meminta seluruh pihak terkait agar dapat memaksimalkan keberadaan Perpuseru yang telah ada di setiap desa.

“Salah satu upaya mengentaskan buta aksara adalah dengan mensosialisasikan Perpuseru yang telah kita canangkan di desa-desa. Perpuseru ini agar dinformasikan kepada masyarakat melalui masjid dan balai desa, sehingga masyarakat mengetahui betapa pentingnya membaca agar informasi dunia bisa kita pahami,” kata Zainudin.

Selanjutnya, melalui Launching Kampung Literasi Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, dirinya juga berharap dapat membangkitkan dan meningkatkan minat baca masyarakat, sebagai tahapan terwujudnya budaya baca, khusunya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Harapanya, apabila seluruh desa sudah gemar membaca, maka akan kita wajibkan jam membaca yaitu ba’da shalat magrib sampai isa’, jangan menghidupkan televisi dan bermain diluar, dan gerakan ini harus didukung semua orang tua, sehingga satu tahun kedepan pihak kementerian datang kembali lagi disini sudah tidak ada lagi yang buta aksara,” ujarnya.

Direktur Kesetaraan dan Keaksaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Kastum, pada kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan dan seluruh penggiat literasi yang telah menginisiasi Gerakan Lampung Selatan Membaca dan Launching Kampung Literasi.

“Gerakan Lampung Selatan Membaca adalah bagian dari Gerakan Indonesia Membaca, yakni merupakan strategi bagaimana menurunkan angka buta aksara sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. Oleh karena itu, secara pribadi maupun kedinasan kami menyampaikan apresiasi kepada pak bupati dan jajaranya yang telah mencanangkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai kabupaten untuk selalu membaca,” tutur Kastum.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Drs. Anas Anshori, M.Si menjelaskan, latar belakang dilaksanakannya kegiatan tersebut karena masih rendahnya minat baca dan kebutuhan masyarakat, sehingga mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program agar masyarakat Kabupaten Lampung Selatan gemar membaca dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya untuk menjadi seorang pembelajar disepanjang hayatnya,” kata Anas saat menyampaikan laporan.

Anas menambahkan, sebagai upaya meningkatkan minat baca tersebut, pihaknya terus berupaya mengembangkan apa yang sudah dirintis oleh Bupati Lampung Selatan melalui program Perpuseru yang telah dicanangkan disetiap desa melalui Dinas Pendidikan Lampung Selatan agar masyarakat gemar membaca. “Harapannya, melalui kegiatan ini dapat menurunkan angka buta aksara. Berdasarkan data BPS sebelumnya alhamdulillah angka buta aksara di Lampung Selatan dari 18 ribu kini tinggal dibawah 10 ribu,” pungkasnya. (/zz)

Leave a Reply