Kunjungan Lapangan, KKP RI Bersama Zainudin Panen Raya Udang

By : mm/kominfo 07-04-2016 18:40:18

KALIANDA - Bertempat di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kamis (7/04), Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum menerima Kunjungan Lapangan Forum Kawasan Perikanan Budidaya Tingkat Nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI.

Bupati Zaninudin Hasan bersama Direktur Kawasan Budidaya DJPB KKP RI Ir. Arik Hari Wibowo, M.Sc berkesempatan melakukan panen raya udang jenis vaname di tambak milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Harapan Maju binaan Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP) Lampung Selatan.

Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi budidaya perikanan yang cukup baik, diharapkan melalui kunjungan lapangan dari KKP RI tersebut dapat meningkatkan budidaya perikanan di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupten Lampung Selatan.

Namun demikian, Zainudin mengungkapkan masalah infrastruktur serta minimnya pasokan listrik menjadi kendala untuk mengembangkan Kecamatan Sragi dan Ketapang sebagai kawasan minapolitan.

Untuk itu, Zainudin berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan Kementerian KKP dan seluruh dinas instansi terkait untuk mengembangkan minapolitan di Kecamatan Sragi dan Ketapang. "Mudahan-mudahan melalui kunjungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bisa menjadikan Sragi dan Ketapang menjadi kawasan minapolitan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan masyarakatnya," ujar Zainudin.

Selain itu, dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan dari KKP RI berupa bibit rumput laut kultur jaringan dan benih kakap putih. Serta penyerahan sertifikat bantua PITAP tahun 2015 dan KJA tahun 2015.

Arik Hari Wibowo mengharapkan, bantuan yang diberikan itu dapat memacu gairah pembudidaya Lampung Selatan dalam membudidayakan ikan. Sebab katanya, jika bantuan yang diberikan berjalan dengan sukses, pihaknya tetntu akan memberikan bantuan secara terus menerus.

"Jika bantuan yang diberikan progresnya semakin bagus dan berkembang, maka bantuan akan ditambah. Sebaliknya, kami juga akan pikir-pikir bila bantuan yang diberikan tidak diberdayakan,” tutup Arik.